PT SOLID GOLD BERJANGKA – Jumat pekan lalu bisa jadi menjadi hari yg panjang bagi Saefullah.

Saat para ‘pengawal fatwa’ MUI melakukan unjuk rasa & meninggalkan sampah, saat itu petugas oranye, macam dirinya, bekerja lebih keras.

Berseragam oranye, Saefullah & petugas lainnya membersihkan sampah-sampah yg bertebaran usai unjuk rasa anti Ahok, pekan lalu.

Mereka melakukannya dari malam hingga menjelang subuh.

Ada sapu lidi bertangkai panjang. Ada pula tong sampah yg menemani.

Tujuan akhir mereka adalah Tempat Pembuangan Sampah terpadu, Bantar Gebang, Bekasi.

“Saya bersih bersih sekitar sini, dari ujung (Patung Kuda) sampai dekat Harmoni sana,” kata Saefullah, salah seorang petugas kebersihan pada Jumat malam lalu.

Tahun ini adalah tahun ketiga dia bekerja sebagai petugas kebersihan di Jakarta.

Baginya, demo anti Ahok yg digelar sejak Jumat pagi hingga malam yg berakhir ricuh, meninggalkan banyak sampah di mana-mana.

Wajah lelah tampak dari raut mukanya.

Tak hanya itu, sisa gas air mata pun bikin mata pria itu perih.

Padahal, kericuhan sudah berkahir sejak dua jam lalu.

Dia juga dirinya sudah pakai pasta gigi untuk dioleskan ke mukanya, guna mengurangi perih di mata.

Dia menyayangkan aksi demonstrasi hari itu yg meninggalkan banyak sampah.

“Saya suka mikir, apa untungnya demo demo, kalau akhirnya malah nyampah, ngerusak Jakarta, saya sedih,” kata Saefullah.

Usai aksi damai digelar, tercatat ada sekitar 75 ton sampah yg dihasilkan.

Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyatakan 500 pekerja harian lepas dikerahkan untuk mengumpulkan sampah.

Sampah yg bertebaran pada malam itu didominasi dgn botol, streoform, kayu, batu & plastik.

BACA JUGA : 79 Polisi Terluka Saat Kawal Unjuk Rasa Anti Ahok | PT Solid Gold Berjangka

polisi-terluka pt solid gold berjangka

Penumpukan pun ada pada sedikitnya sepuluh titik.

Ini terdiri dari Masjid Istiqlal; Jalan Medan Merdeka Timur; Jalan Medan Merdeka Barat; Jalan Medan Merdeka Selatan; Jalan Medan Merdeka Utara; Bundaran HI; Tugu Tani; Senen; Gajahmada; & Hayam Wuruk.

Tak hanya Kang Epul, sapaan akrab Saefullah, Atib pun melakukan hal serupa malam itu.

Dia bersih-bersih di kawasan Istana Negara. “Sampahnya begini banyak, jadi apa apa juga,” kata Atib.

Keringatnya bercucuran malam itu & membuat seragamnya basah.

Macam Saefullah, dirinya pun tak suka dgn aksi unjuk rasa karena hanya meninggalkan sampah yg berserakan.

Dia mengatakan dirinya tak mempersoalkan apa yg dikritik dalam demo itu, asal tak membuang sampah sembarangan.

Ada bekas mobil yg dibakar. Sampah-sampah lainnya pun bertebaran.

“Saya enggak masalah, bener deh, mau demo Pak Ahok, mau demo Pak Jokowi, saya sih terserah, asal jangan bikin kerjaan kita dua kali,” kata dia.

Demo anti Ahok, mungkin masih meninggalkan kemarahan sebagian orang.

Tetapi, tak meninggalkan sampah secara sembarangan, mungkin akan meringankan pekerjaan Saefullah & Atib, pada malam-malam berikutnya.

(Prz – Solid Gold)

Advertisements