PT SOLID GOLD BERJANGKA – Dominasi robot tak dimungkiri akan terus meningkat.

Salah satu fakta yg cukup meresahkan adalah berkembangnya produsen robot yg berfokus pada robot seks.

Fisik robot seks kelak akan menyerupai manusia, apalagi didukung dgn teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) yg membuat tingkah lakunya jg sama dgn kita.

Menyadari robot seks akan semakin banyak, para ilmuwan dari Foundation for Responsible Robotics memberikan peringatan dini akan risiko dari robot seks.

Menurut mereka, robot seks bisa jadi salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia.

Mereka khawatir robot seks bisa disalahgunakan & bahkan meningkatkan risiko kasus pelecehan seksual di masyarakat.

“Mesin yg dibuat dgn kecerdasan buatan adalah konsep yg luar biasa, tetapi jika diciptakan untuk kebutuhan lahir, spt seks, tentu berisiko.”

“Kita kan tidak tahu, bisa saja robot-robot ini dibeli pihak tak bertanggung jawab & disimulasikan untuk hal-hal berbau pelecehan seksual,” ujar ilmuwan Profesor Noel Sharkey dari University of Sheffield.

Baca Juga : Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Berbanding dgn apa yg dikhawatirkan Profesor Sharkey, Hellen Driscoll, seorang psikolog ilmu seks yg jg meminati dunia teknologi, memandang fenomena robot seks sbg hal lumrah.

Ia mengungkap, sudah saatnya dunia terbuka terhadap “hal-hal spt ini”.

Hal yg dimaksud, ucap psikolog yg jg mengajar di University of Sunderland tersebut, merupakan fenomena di mana perangkat robotik kelak akan membaur dgn umat manusia.

Menurut dia, robot seks dinilai interaktif karena mendapatkan sokongan teknologi motion sensing.

“Untuk saat ini, manusia masih menganut norma yg mana mereka sulit untuk menerima keberadaan robot sbg teman atau bahkan pasangan.”

“Saya memandang hal itu sbg proses,” tutur Driscoll.

Seiring waktu berjalan, ujarnya, manusia akan menerima fakta bahwa mereka harus bergaul dgn robot.

“Saya tidak berbicara soal robot seks saja, robot yg dipekerjakan di bidang lain pun jg sama,” ujarnya.

“Akan ada waktunya di mana teknologi ini (Artificial Intelligence) berkembang lebih cepat dari sekarang.”

“Di saat teknologi AI sudah melebur dgn kehidupan, di situlah manusia bisa bergaul dgn robot.”

Baca Juga : Irak Resmi Nyatakan Kemenangan Atas ISIS Di Mosul

Prediksi Driscoll memang tidak mengejutkan.

Sebelumnya, ia sempat mengutarakan teorinya: manusia bisa jatuh cinta dgn robot.

Teori tersebut disebut ‘Robophilia’.

Robophilia merupakan teknologi virtual reality yg bisa menjadi lebih realistis & mendalam serta mampu meniru & bahkan meningkatkan pengalaman seks dgn manusia.

Dapat dibayangkan, banyak dari mereka yg akan memilih untuk bercinta dgn robot ketimbang manusia.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Advertisements