Solid Gold | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pagi hari ini, Senin (29/1/2018) dibuka merosot ketika kemarin sempat memperlihatkan tren perbaikan. Kejatuhan rupiah di awal perdagangan setelah gagal memanfaatkan tergelincirnya USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pagi ini dibuka berada pada level Rp13.327/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jatuh dibanding posisi perdagangan akhri pekan kemarin di level Rp13.303/USD.

Data Bloomberg, rupiah pada awal perdagangan hari ini berada di level Rp13.315/USD atau menyusut dari penutupan sebelumnya Rp13.306/USD. Pergerakan harian rupiah berada pada kisaran level level Rp13.313-Rp13.333/USD.

Sementara menurut data Yahoo Finance, rupiah mengawali perdagangan dengan penurunan tipis pada level Rp13.306/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.304/USD. Rupiah sendiri bergerak pada level Rp13.304-Rp13.328/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini bertengger di level Rp13.323/USD. Poisisi tersebut memperlihatkan rupiah semakin tak berdaya dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.304/USD.

Di sisi lain seperti dilansir dari Reuters, dollar tergelincir mendekati level terendah tiga tahun terhadap beberapa mata uang utama di awal perdagangan hari ini. Mata uang Negeri Paman Sam terlihat masih terus berjuang selama enam pekan beruntun di tengah keraguan tentang komitmen Washington terhadap mata uang yang kuat.

Indeks USD melawan enam mata uang utama berada di level 89,059 atau mengalami penurunan dari 88,429 untuk mendekari level terburuk dalam tiga tahun pada hari Kamis, lalu. Greenback juga kehilangan daya tarik relatifnya bagi investor.

Suku bunga jangka pendek diperkirakan akan meningkat di negara lain karena Bank Sentral Eropa dan banyak lainnya mulai mengurangi kebijakan moneter mereka. Sedangkan terhadap Yen Jepang, USD juga terpeleset menjadi 108,72 atau level terendah sejak pertengahan September, memperpanjang kejatuhannya hingga bulan ini menjadi lebih dari 3%.

PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold Berjangka