Solid Gold | Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kasus bully terhadap siswi kelas X SMAN 1 Bangkinang, Riau Elva Lestari (16) yang berujung bunuh diri. KPAI ingin kasus serupa terulang dan mendesak pemerintah segera menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak.

“Gejala bullying kan sudah meluas di sekolah-sekolah juga, maka kita minta kementerian terkait untuk melakukan percepatan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Di Sekolah Ramah Anak kan ada instrumen soal bagaimana guru bisa hadir di tengah-tengah siswanya,” ujar Komisioner KPAI Jasra Putra (Jas) dalam perbincangan, Selasa (1/8/2017).

“Hadir dalam artian tidak sekadar mengajar, tapi hadir dalam artian mengetahui dan memahami bagaimana persoalan anak di kelas, di luar kelas, bahkan kalau perlu sampai di rumah,” sambung Jas menjelaskan soal Sekolah Ramah Anak.

Menurut Jas, Indonesia dapat mencontoh Jepang untuk menekan angka kasus bully di sekolah-sekolah. Di Jepang, ada semacam program home visit atau kunjungan guru ke rumah orang tua murid di sekolah-sekolah.

“Kita lihat guru-guru di Jepang ada home visit dan seterusnya, ini tidak dilakukan. Sehingga, kejadian ini sangat kita sayangkan terulang lagi, apalagi di Riau baru 23 Juli kemarin baru melaksanakan Hari Anak Nasional,” sebut Jas.

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kasus bully terhadap siswi kelas X SMAN 1 Bangkinang, Riau Elva Lestari (16) yang berujung bunuh diri. KPAI ingin kasus serupa terulang dan mendesak pemerintah segera menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak.

“Gejala bullying kan sudah meluas di sekolah-sekolah juga, maka kita minta kementerian terkait untuk melakukan percepatan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Di Sekolah Ramah Anak kan ada instrumen soal bagaimana guru bisa hadir di tengah-tengah siswanya,” ujar Komisioner KPAI Jasra Putra (Jas) dalam perbincangan, Selasa (1/8/2017).

“Hadir dalam artian tidak sekadar mengajar, tapi hadir dalam artian mengetahui dan memahami bagaimana persoalan anak di kelas, di luar kelas, bahkan kalau perlu sampai di rumah,” sambung Jas menjelaskan soal Sekolah Ramah Anak.

Menurut Jas, Indonesia dapat mencontoh Jepang untuk menekan angka kasus bully di sekolah-sekolah. Di Jepang, ada semacam program home visit atau kunjungan guru ke rumah orang tua murid di sekolah-sekolah.

“Kita lihat guru-guru di Jepang ada home visit dan seterusnya, ini tidak dilakukan. Sehingga, kejadian ini sangat kita sayangkan terulang lagi, apalagi di Riau baru 23 Juli kemarin baru melaksanakan Hari Anak Nasional,” sebut Jas.

“Ini kan korban, kita harus minta pihak sekolah menelusuri apakah benar nggak ini diejek teman-temannya. Kalau iya, kan anak-anak ini yang mengejek, harus direhab juga, harus diperhatikan jangan sampai ini terjadi lagi. Setiap sekolah dinas, termasuk dinas pendidikan harus melakukan pertemuan mengevaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

“Artinya, anak ini tetap kita lindungi, baik pelaku maupun korban,” pungkas Jas.

 

Baca juga Artikel – artikel keren dan terupdate kami lainnya di :

Blogspot.com : Solid Gold Berjangka on Blogspot.com
Weebly.com : PT Solid Gold Berjangka on Weebly
Blogdetik.com : Solid Gold on Blogdetik.com
Strikingly.com : Solid Gold Berjangka on Strikingly.com
Wixsite.com : PT Solid Gold Berjangka on Wixsite.com
jigsy.com : PT Solid Gold Berjangka on Beep.com
Spruz.com : Solid Gold Berjangka on Spruz.com
Bravesite.com : PT Solid Gold Berjangka on Bravesite.com

 

Advertisements